Kalau jumlah pakaian yang masuk laundry masih sedikit, mengingat pemiliknya mungkin terasa mudah.
Tetapi ketika pelanggan mulai ramai, ceritanya bisa berbeda.
Ada pakaian yang warnanya mirip.
Ada kemeja dengan model yang hampir sama.
Ada pelanggan yang membawa beberapa potong pakaian sekaligus.
Belum lagi pakaian yang masuk hari ini harus dipisahkan dari pakaian yang masuk kemarin.
Kalau sistem penandaannya tidak rapi, pekerjaan bisa menjadi lebih sulit.
Bukan hanya soal pakaian tertukar.
Waktu untuk mencari pakaian pelanggan juga bisa ikut terbuang.
Semakin ramai laundry, semakin penting sistem penandaan
Banyak pemilik laundry pada awalnya mungkin hanya mengandalkan ingatan atau menaruh pakaian berdasarkan kelompok tertentu.
Cara tersebut mungkin masih bisa dilakukan ketika jumlah pelanggan belum terlalu banyak.
Tetapi ketika jumlah pakaian bertambah, sistem sederhana seperti itu mulai memiliki keterbatasan.
Karena itu, sejak awal sebaiknya pakaian pelanggan memiliki tanda yang mudah dikenali.
Tidak harus menggunakan sistem yang rumit.
Yang penting konsisten.
Jangan hanya mengandalkan nama pelanggan
Nama pelanggan memang penting.
Tetapi dalam praktiknya, informasi yang dibutuhkan tidak selalu hanya nama.
Misalnya satu pelanggan membawa:
- 3 kemeja
- 2 celana
- 1 jaket
- 4 kaos
Kalau semuanya hanya diberi nama yang sama, petugas masih harus mencari satu per satu.
Karena itu, sistem penandaan bisa dibuat lebih spesifik.
Misalnya menggunakan nomor order, kode pelanggan, atau informasi lain yang memang digunakan oleh laundry tersebut.
Dengan begitu, pakaian lebih mudah ditelusuri.
Paper tag bisa menjadi salah satu bagian dari sistem
Untuk laundry, paper tag bukan sekadar kertas kecil yang ditempel pada pakaian.
Fungsinya bisa disesuaikan dengan sistem kerja laundry.
Informasi yang dicantumkan dapat membantu petugas mengenali pakaian atau menghubungkannya dengan data pesanan.
Misalnya nomor transaksi atau kode tertentu.
Yang penting tulisan mudah dibaca dan sistemnya dibuat konsisten.
Kalau hari ini nomor order ditulis dengan satu cara, besok menggunakan cara lain, petugas justru bisa semakin bingung.
Pita marker juga bisa membantu
Selain paper tag, ada juga pita marker laundry yang dapat digunakan sebagai bagian dari sistem penandaan.
Pita marker bisa membantu memberikan tanda tertentu pada pakaian sehingga lebih mudah dibedakan dalam proses kerja.
Penggunaannya tentu bisa berbeda-beda pada setiap laundry.
Ada yang menggunakan kode warna.
Ada yang menggunakannya sebagai penanda tambahan.
Ada pula yang mengombinasikannya dengan sistem nomor order.
Tidak ada satu cara yang wajib digunakan semua laundry.
Yang penting sistem tersebut mudah dipahami oleh orang yang mengerjakannya.
Buat sistem yang sederhana untuk karyawan
Ini bagian yang sering terlupakan.
Sistem penandaan bukan hanya harus mudah dipahami pemilik laundry.
Karyawan juga harus bisa menggunakannya tanpa harus bertanya setiap saat.
Misalnya dibuat aturan sederhana:
Setiap pakaian masuk → diberi nomor order → diberi tanda → dikelompokkan sesuai proses.
Kemudian ketika selesai dicuci dan disetrika, pakaian kembali diperiksa berdasarkan nomor tersebut.
Semakin sederhana alurnya, biasanya semakin mudah diterapkan secara konsisten.
Jangan membuat terlalu banyak kode
Kadang karena ingin sistemnya terlihat rapi, kode yang dibuat justru terlalu rumit.
Contohnya satu pakaian memiliki kode berdasarkan tanggal, jenis pakaian, nama pelanggan, nomor mesin, dan berbagai informasi lainnya.
Kalau petugas sendiri sulit mengingatnya, sistem tersebut justru bisa menjadi beban.
Lebih baik gunakan kode yang sederhana tetapi jelas.
Misalnya:
2409-125
Artinya bisa disesuaikan dengan sistem internal laundry.
Yang penting semua orang memahami maksudnya.
Bedakan pakaian sebelum proses berikutnya
Penandaan saja belum cukup.
Pakaian yang sudah diberi tanda juga harus dikelompokkan dengan benar.
Misalnya:
Pakaian masuk → penandaan → pencucian → pengeringan → setrika → packing → siap diambil.
Setiap tahap perlu memiliki kebiasaan kerja yang jelas.
Kalau pakaian sudah diberi nomor tetapi setelah disetrika semuanya dicampur, tentu masalah tetap bisa terjadi.
Jadi penandaan dan pengelompokan harus berjalan bersama.
Perhatikan pakaian yang memiliki bentuk hampir sama
Ini biasanya paling merepotkan.
Dua pelanggan sama-sama membawa kemeja putih.
Modelnya hampir sama.
Ukurannya juga tidak jauh berbeda.
Kalau penandaannya kurang jelas, petugas bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan pakaian tersebut milik siapa.
Karena itu, jangan mengandalkan warna atau bentuk pakaian sebagai identitas utama.
Gunakan penanda yang memang dibuat untuk membantu proses identifikasi.
Buat pemeriksaan sebelum pakaian dikembalikan
Sebelum pakaian dimasukkan ke plastik atau diberikan kepada pelanggan, lakukan pengecekan singkat.
Misalnya:
Nomor order sudah benar?
Jumlah pakaian sesuai?
Nama atau data pelanggan sesuai?
Tidak ada pakaian pelanggan lain yang ikut masuk?
Pengecekan beberapa detik bisa jauh lebih ringan dibandingkan harus mencari pakaian yang sudah terlanjur tertukar.
Kalau laundry masih kecil, mulai sekarang juga
Tidak perlu menunggu sampai jumlah pelanggan sangat banyak.
Justru ketika usaha masih kecil, membuat kebiasaan kerja yang rapi biasanya lebih mudah.
Mulai dengan sistem sederhana.
Gunakan penanda yang mudah diperoleh.
Catat nomor order.
Pisahkan pakaian berdasarkan proses.
Kemudian biasakan semua orang mengikuti alur yang sama.
Ketika jumlah pelanggan bertambah, sistem tersebut tinggal dikembangkan.
Perlengkapan kecil ternyata punya peran dalam operasional laundry
Pemilik laundry biasanya lebih banyak memikirkan mesin cuci, pengering, setrika, meja kerja, dan tempat penyimpanan.
Itu memang penting.
Tetapi setelah usaha berjalan, kebutuhan kecil juga mulai terasa.
Paper tag, pita marker, hanger, dan klip hanger merupakan contoh perlengkapan yang digunakan berulang kali dalam aktivitas sehari-hari.
Bukan barang besar.
Tetapi kalau jumlah pakaian yang ditangani sudah banyak, perlengkapan tersebut membantu pekerjaan menjadi lebih teratur.
Putri Madani menyediakan perlengkapan laundry
Selain kebutuhan butik, fashion, dan konveksi, Putri Madani juga menyediakan perlengkapan untuk usaha laundry.
Di antaranya:
- Paper Tag Laundry
- Pita Marker Laundry
- Klip Hanger Laundry
- Tag Pin
- Berbagai perlengkapan pendukung lainnya
Pemilihannya bisa disesuaikan dengan cara kerja masing-masing laundry.
Kalau Anda baru membuka laundry atau sedang ingin merapikan sistem kerja yang sudah berjalan, tidak harus langsung membeli banyak.
Ceritakan saja kebutuhan Anda.
Misalnya berapa banyak pakaian yang biasa masuk setiap hari dan bagaimana sistem penandaan yang selama ini digunakan.
Dari situ akan lebih mudah menentukan perlengkapan yang memang diperlukan.
Poin Penting
Pakaian laundry tertukar biasanya bukan karena satu masalah besar.
Sering kali justru karena beberapa proses kecil tidak dilakukan secara konsisten.
Pakaian masuk tanpa tanda yang jelas.
Nomor order tidak dicatat dengan baik.
Pakaian sudah selesai tetapi bercampur dengan order lain.
Atau sebelum dikembalikan kepada pelanggan tidak dilakukan pemeriksaan ulang.
Karena itu, coba mulai dari hal sederhana.
Beri tanda yang jelas, gunakan sistem yang mudah dipahami, dan biasakan melakukan pengecekan sebelum pakaian dikembalikan.
Usaha laundry yang semakin ramai membutuhkan sistem yang semakin rapi.
Dan sistem tersebut tidak selalu harus mahal atau rumit.
Kadang dimulai dari selembar paper tag dan cara kerja yang konsisten.
Putri Madani
Perlengkapan Butik, Fashion, Konveksi, Garmen & Laundry
Parung, Bogor
WhatsApp: 0815-1409-9332




