tag gun d&t
tag gun d&t

Ketika Pesanan Mulai Banyak, Begini Cara Membuat Pekerjaan Tagging Pakaian Lebih Cepat

Posted on

Waktu usaha pakaian masih kecil, memasang label pada pakaian biasanya bukan masalah.

Sepuluh baju?

Santai.

Dua puluh baju?

Masih bisa dikerjakan sambil melakukan pekerjaan lain.

Tetapi ketika stok mulai bertambah dan pesanan mulai datang lebih banyak, ceritanya bisa berbeda.

Tiba-tiba ada 100 pakaian yang harus diberi tag.

Besok ada stok baru lagi.

Lalu ada pesanan yang harus segera dikemas.

Pekerjaan memasang label yang sebelumnya terasa sepele akhirnya mulai memakan waktu.

Sebenarnya bukan karena pekerjaan tagging itu sulit.

Sering kali yang membuat lama adalah cara kerjanya belum dibuat praktis.

Jangan menunggu pakaian sudah menumpuk

Ini salah satu kebiasaan yang cukup mudah terjadi.

Pakaian datang.

Kemudian langsung dimasukkan ke rak.

Nanti kalau ada pesanan baru diberi tag.

Akhirnya ketika pesanan datang bersamaan, pekerjaan menjadi menumpuk.

Kalau memungkinkan, pisahkan pekerjaan tagging dari pekerjaan packing.

Begitu stok baru selesai diperiksa, lakukan proses labeling sekaligus.

Setelah selesai, pakaian sudah siap masuk ke rak atau area penyimpanan.

Ketika ada pesanan, Anda tidak perlu mengulang pekerjaan yang sama.

Tinggal ambil, cek, lalu kemas.

Kerjakan sekaligus berdasarkan jumlah

Misalnya hari ini ada 100 pakaian yang harus diberi tag.

Daripada mengambil satu pakaian, memasang tag, kemudian menyimpan kembali dan mengulanginya lagi, biasanya lebih nyaman kalau dibuat dalam satu proses.

Siapkan semua perlengkapan terlebih dahulu.

Pakaian di satu tempat.

Tag di tempat lain.

Tag pin atau tali hang tag sudah siap.

Tag gun juga sudah diperiksa.

Kemudian kerjakan secara berurutan.

Cara sederhana seperti ini bisa mengurangi waktu yang terbuang hanya untuk mengambil dan menyimpan perlengkapan berulang kali.

Letakkan perlengkapan di tempat yang mudah dijangkau

Ini terdengar sepele.

Tetapi coba perhatikan meja kerja saat melakukan tagging.

Apakah setiap kali membutuhkan tag pin Anda harus berdiri?

Apakah tag gun disimpan di tempat lain?

Apakah gunting harus dicari terlebih dahulu?

Kalau pekerjaan tersebut dilakukan setiap hari, kebiasaan kecil seperti ini akan terasa.

Tidak harus membuat meja kerja khusus.

Cukup atur perlengkapan yang paling sering digunakan berada dalam jangkauan tangan.

Tag gun.

Tag pin.

Tali hang tag.

Gunting.

Label.

Semuanya bisa diletakkan dengan urutan yang sesuai dengan kebiasaan kerja.

Gunakan alat yang memang sesuai dengan pekerjaan

Tidak semua pakaian membutuhkan perlengkapan tagging yang sama.

Bahan pakaian berbeda.

Ketebalan bahan berbeda.

Jenis label juga berbeda.

Karena itu, pemilihan tag gun dan tag pin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk pekerjaan tertentu, jarum yang lebih panjang bisa membantu ketika harus menembus bahan yang lebih tebal.

Sementara untuk pakaian dengan bahan tertentu, penggunaan alat yang terlalu besar justru tidak diperlukan.

Jadi jangan hanya berpikir:

“Yang penting bisa menusuk pakaian.”

Lebih baik pikirkan:

“Alat mana yang membuat pekerjaan saya lebih mudah dan tetap aman untuk produk?”

Buat standar pemasangan

Kalau usaha sudah memiliki karyawan atau beberapa orang yang membantu pekerjaan, ini menjadi semakin penting.

Tentukan dari awal:

Tag dipasang di mana?

Posisinya bagaimana?

Label menghadap ke mana?

Jaraknya berapa?

Jenis tag yang digunakan apa?

Dengan standar sederhana, hasil pekerjaan beberapa orang akan tetap terlihat seragam.

Ini juga memudahkan ketika ada orang baru yang membantu.

Mereka tidak perlu menebak-nebak cara memasang label.

Jangan lupa periksa hasil akhirnya

Setelah selesai tagging, jangan langsung menganggap pekerjaan selesai.

Luangkan waktu untuk melihat beberapa pakaian secara acak.

Apakah tag terpasang dengan baik?

Apakah ada yang terlalu longgar?

Apakah ada label yang terbalik?

Apakah ada pakaian yang terkena bagian tajam dari perlengkapan?

Pemeriksaan sederhana seperti ini jauh lebih mudah dilakukan sebelum pakaian masuk ke rak atau dikirim kepada pelanggan.

Daripada pelanggan yang menemukan masalahnya terlebih dahulu.

Kalau jumlahnya sudah ratusan, pencatatan juga membantu

Misalnya Anda memiliki:

50 kaos hitam.

75 kaos putih.

40 kemeja.

30 celana.

Jangan hanya mengandalkan ingatan.

Catat jumlah yang sudah selesai diberi tag.

Tidak perlu menggunakan sistem rumit.

Bahkan checklist sederhana sudah cukup.

Contohnya:

☑ Kaos hitam — selesai
☑ Kaos putih — selesai
☑ Kemeja — proses
☐ Celana — belum

Dengan cara seperti ini, pekerjaan lebih mudah dipantau.

Jangan sampai perlengkapan kecil habis di tengah pekerjaan

Ini juga cukup sering terjadi.

Pakaian sudah siap.

Orang yang mengerjakan sudah siap.

Tetapi tag pinnya ternyata tinggal sedikit.

Atau tali hang tag ternyata tidak cukup.

Akhirnya pekerjaan berhenti.

Karena itu, kalau proses tagging dilakukan rutin, sebaiknya perlengkapan yang paling sering digunakan juga memiliki stok minimum.

Tidak perlu menumpuk terlalu banyak.

Yang penting jangan sampai baru sadar habis ketika sedang dibutuhkan.

Tagging yang rapi membuat pekerjaan berikutnya lebih ringan

Pekerjaan tagging memang terlihat seperti pekerjaan kecil.

Tetapi sebenarnya berhubungan dengan banyak pekerjaan setelahnya.

Pakaian yang sudah diberi label lebih mudah diperiksa.

Harga lebih mudah dikenali.

Produk lebih siap dipajang.

Proses packing juga lebih cepat.

Dan ketika pelanggan menerima barang, tampilan produk terasa lebih siap.

Jadi tujuan tagging bukan hanya “supaya ada tag”.

Tetapi membuat seluruh proses setelah produksi menjadi lebih tertata.

Untuk butik kecil, cara sederhana justru sering paling efektif

Tidak semua usaha membutuhkan sistem gudang yang rumit.

Kalau jumlah pakaian belum terlalu banyak, cukup mulai dari hal-hal sederhana.

Pisahkan area pakaian yang belum ditag dan yang sudah selesai.

Siapkan perlengkapan sebelum bekerja.

Kerjakan dalam jumlah tertentu.

Buat standar pemasangan.

Dan periksa hasilnya sebelum disimpan.

Lima kebiasaan sederhana ini sudah cukup membantu banyak pekerjaan.

Ketika usaha semakin besar, barulah sistemnya bisa dikembangkan.

Putri Madani membantu kebutuhan tagging pakaian

Untuk pekerjaan tagging, perlengkapan yang digunakan tentu perlu disesuaikan dengan jenis produk.

Putri Madani menyediakan berbagai kebutuhan untuk butik, clothing brand, konveksi, garmen, distro, reseller pakaian, hingga laundry.

Di antaranya tersedia tag gun, tag pin, jarum tag gun, loop pin, tali hang tag, tali hang tag custom, mika kerah, plat logo, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Kalau masih bingung memilihnya, tidak perlu menebak.

Ceritakan saja jenis pakaian yang akan diberi tag dan bagaimana cara penggunaannya.

Kalau perlu, kirim foto produknya.

Dari situ biasanya lebih mudah menentukan perlengkapan yang sesuai.

Penutup

Ketika usaha masih kecil, kita sering mengerjakan semuanya sendiri.

Menata pakaian.

Memasang label.

Mengecek stok.

Membalas pelanggan.

Packing.

Tidak masalah.

Tetapi ketika jumlah pekerjaan mulai bertambah, cara kerja juga perlu ikut berubah.

Tidak harus langsung menggunakan sistem yang rumit.

Mulailah dari hal sederhana.

Siapkan perlengkapan sebelum mulai bekerja, kerjakan tagging secara berkelompok, dan buat cara pemasangan yang konsisten.

Dengan begitu, pekerjaan yang tadinya terasa melelahkan bisa menjadi jauh lebih ringan.

Dan yang paling penting, waktu Anda bisa kembali digunakan untuk hal yang lebih penting:

melayani pelanggan dan mengembangkan usaha.

Putri Madani
Perlengkapan Butik, Fashion, Konveksi, Garmen & Laundry
Parung, Bogor

WhatsApp: 0815-1409-9332

tag gun d&t
tag gun d&t

Mau Beli Produk ini ?

Tim Putri Madani siap membantu Anda,

Beli via WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *